728x90 AdSpace

Post Update
Rabu, 15 April 2015

(UN) Uji Nyali

Hari senin (13/04/15) anak sekolah tingkat SLTA akan melakukan ujian nasional. Ujian yang sudah jauh-jauh hari menjadi tujuan merela, inilah akhir dimana masa studi mereka. Kelulusan sekolah itu ditandai kalau sudah melewati masa (UN) Ujian Nasional. Setelah itu sekolah pun terasa hampa, hening dan masuk sekolah juga hanya sebagai mengenang masa-masa dahulu.

Mengingat teman-teman yang membersamai selama tiga tahun, guru-guru yang setia mengajar, perangkat sekolah, dan para pedagang di sekitar sekolah. Kala itu ada kebingungan mau kemana dan mau jadi apa kelak sepuluh tahun ke depan. Semuanya masih terasa buram dan absurd. Semuanya menjadi blur karena taka da masa depan yang pasti.

Ujian anak SMA yaitu menghadapi soal-soal yang sudah disiapkan olah Negara. Dengan belajar sungguh-sungguh soal itu akan bisa dijawab dengan baik dan benar, tetapi jika sebaliknya, ya jangan harap soal itu bisa diselesaikan. Jangankan menjawab soal, membacanya saja sudah membuat otak pusing.

Hari ini pula, saudara kita yang berada di Yaman sedang menghadapi Ujian. Tetapi ujian yang mereka hadapi yaitu antara hidup dan mati. Tidak semua warga Negara Indonesia yang barada di Yaman sudah dievakuasi. Masih banyak yang belum bisa keluar dari wilayah tempat mereka tinggal di sana.

Menurut salah satu WNI yang sudah berhasil dievakuasi, salah satu temannya sedang merasakan kekhawatiran yang begitu dahsyat. Ketika dia mengabari saya melalui telephon, pesawat jet tepat berada di atas asramanya. Ujian yang mereka hadapi bukan lagi mengenai soal penjumlahan, pengetahuan umum maupun pengetahuan sosial. Tetapi yang mereka hadapi yaitu kematian.

Ujian yang sesungguhnya yaitu yang demikian. Ujian bukan dengan soal-soal pelajaran, tetapi soal bagaimana mempertahankan hidup. Mencari sesuatu yang dapat memperpanjang kehidupan dengan tanpa permasalahan yang bertubi-tubi. Masalah itulah yang sekecil mungkin dihindari oleh manusia, supaya hidupnya merasa aman dan tentram.

Ujian ketika menghadapi soal-soal, hanyalah ujian yang sepersekian persen saja. tetapi sejatinya ujian yang hakiki yaitu ujian dengan kehidupan. Bagaimana menghadapi krisis ekonomi, masalah keluarga, gab antar tetangga dan lain sebagainya. Disinilah kita dituntut untuk menjadi lebih cerdas dan mencari alternative yang lain.

Semua jawaban dari permasalahan hidup itu kebanyakan tidak diperolah seperti menjawab sebuah soal ujian dengan menggunakan rumus tertentu. Dalam hal ini, jawaban yang paling utama adalah duit alias uang. Dengan duit semuanya menjadi beres, dan bahkan bisa diatur semau kita bagaimana. Asal ada duit urusan bisa diatasi.

Uang adalah solusi dari segala permasalahan. Tetapi uang bukanlah segalanya. Jadi jangan diorientasikan bahwa kehidupan ini untuk mencari uang. Apalagi menumpuk-numpuk harta kekayaan. Khalifah Abdul Aziz ketika beliau meninggal dunia, tidak meninggalkan harta warisan yang banyak. Tetapi dari warisan yang sedkit tersebut anak-anaknya mampu menjadi seorang yang besar.


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: (UN) Uji Nyali Rating: 5 Reviewed By: Unknown